Rabu, 26 Agustus 2015

puisi

Tradisi Tergoyak Zaman
Karya     : Putri Yulia Angreny ( permen kapas)

Kini peradaban telah berevolusi
Sendi-sendi kehidupan tak lagi sama
Nenek moyang pun terpuruk
Pertiwi telah diperkosa oleh zaman

Dahulu
Kehidupan dipenuhi dengan
Sajak yang mengedepankan
Nilai kebudayaan dan sosial
Kalimat elok,
Tutur kata yang santun penuh rasa
Serta kejujuran hati
Yang mendalam
Tergores dilembar-lembar
Kertasyang lusuh dan usang

Sekarang?
Jangan Tanya lagi!
Dunia dipenuhi dengan kata yang romantic
Gombalan para muda-mudi
Dimabuk asmara
Lihat saja diberbagai media
Kadang berdusta untuk
Sebuah rangkaian kalimat
Roman picisan
Tak lagi hirau pada
Kejujuran kalbu

Tak hanya itu!
Lentik jemari sang penari
Gerakan lemah gemulai penuh rasa
Hentakkan kaki pelan seirama
Iringan khas tradisi
Keindahan pancaran pesona
Perempuan lembut
Menghipnotis mata yang
Melihatnya

Kini!
Itu tak lagi ada
Tarian tradisional kini
Dimutilasi dan tergantikan
Oleh gerakan yang menggila
Meliuk-liuk energik penuh ambisi
Kadang bagai ular berbisa


Tidak sampai disitu!
Budaya yang dulunya sangat
Dijaga dan diagungkan
Kini telah dirobek-robek
Oleh globalisasi

Lantunan lagu daerah
Yang khas merdu nan menenangkan jiwa
Diiringi petikan jemari pemuda
Pada senuah kecapi
Terdengar begitu syahdu

Sekarang?
Apa yang terjadi?
Manusia seakan menutup
Kuping masing masing
Dengan berbagai alat yang canggih
Tak lagi memperdulikan
Suara-suara kecapi yang
Telah lapuk termakan rayap

Kini
Kecapi usang telah tergantikan
Dengan alat yang modern dan canggih
Hanya perlu aliran listrik
Dan jadilah gelegar
Ala konser penyanyi rock luar negeri

Terkadang membuatku bingung?
Bagaiman mungkin tradisi
Menghilang begitu saja
Dan dikuasai oleh kecanggihan
Peradaban saat ini ?

Tak mungkin manusia
Seceroboh itu bukan?
Melangkah ke modern tidak harus
Meninggalkan dan menghilangkan
Tradisi kebudayaan yang
Telah lama lahir
Disendi kehidupan manusia.


Parepare, 07 Mei 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar